Mengoptimasi toko online di marketplace adalah langkah penting untuk meningkatkan visibilitas, menarik lebih banyak pembeli, dan mendorong penjualan. Namun, banyak seller—termasuk yang sudah cukup berpengalaman—masih melakukan kesalahan yang menghambat performa toko mereka. Kesalahan ini sering kali terlihat sederhana, tetapi dampaknya bisa signifikan terhadap algoritma dan konversi.
Berikut adalah kesalahan-kesalahan umum yang perlu dihindari saat mengoptimasi toko online Anda di marketplace.
1. Tidak Melakukan Riset Kata Kunci Sebelum Upload Produk
Banyak seller langsung mengunggah produk tanpa mempertimbangkan kata kunci yang paling banyak dicari pembeli. Akibatnya, produk tidak muncul di pencarian atau kalah dari kompetitor yang lebih teroptimasi.
Solusinya:
- Gunakan fitur keyword suggestion di marketplace.
- Analisis judul produk kompetitor yang berada di halaman pertama.
- Gunakan 2–3 keyword utama pada judul dan deskripsi.
2. Judul Produk Tidak Relevan atau Terlalu Panjang
Judul produk yang buruk:
- terlalu pendek,
- tidak mencerminkan fungsi produk,
- atau berisi spam keyword berlebihan.
Hal ini membuat algoritma kesulitan memahami produk Anda, dan pembeli merasa tidak yakin dengan profesionalitas toko.
Gunakan rumus simpel:
Jenis Produk + Merk/Varian + Keunggulan Utama + Spesifikasi Kunci
3. Foto Produk Tidak Profesional
Visual adalah faktor paling penting di marketplace. Sayangnya, banyak seller:
- menggunakan foto buram,
- foto copy-paste dari Google,
- atau foto tanpa background yang rapi.
Foto buruk menurunkan CTR (click-through rate) dan membuat pembeli meragukan kualitas produk.
Tips foto:
- Gunakan pencahayaan natural atau ring light.
- Pakai background putih atau warna cerah konsisten.
- Tambahkan foto detail dan foto konteks (produk saat digunakan).
4. Tidak Memaksimalkan Fitur-Fitur Gratis Marketplace
Marketplace menyediakan banyak fitur optimasi gratis, namun sering diabaikan, seperti:
- fitur etalase,
- follow shop,
- voucher toko,
- broadcast message,
- produk unggulan,
- dan live shopping.
Padahal fitur-fitur ini bisa meningkatkan engagement dan membuka peluang penjualan tanpa biaya tambahan.
5. Deskripsi Produk Minim Informasi
Deskripsi yang hanya berisi “Barang bagus, ready stock” adalah kesalahan fatal. Marketplace mengandalkan teks deskripsi untuk memahami kategori dan relevansi produk.
Deskripsi yang baik harus berisi:
- manfaat produk,
- detail spesifikasi,
- ukuran/varian,
- bahan/material,
- panduan penggunaan,
- informasi garansi atau layanan purna jual.
Semakin jelas deskripsinya, semakin tinggi peluang konversi.
6. Tidak Menjawab Chat Pelanggan dengan Cepat
Marketplace menilai kecepatan respons chat sebagai indikator kesehatan toko. Seller yang lambat membalas chat cenderung mendapatkan ranking toko lebih rendah.
Gunakan bantuan:
- fitur quick reply,
- auto chat responder,
- aplikasi seller center di ponsel.
7. Mengabaikan Review Negatif
Banyak seller hanya fokus menaikkan rating, tetapi tidak menanggapi review negatif dengan profesional. Padahal respons positif menunjukkan bahwa seller peduli terhadap pelanggan.
Tips menghadapi review negatif:
- balas dengan bahasa sopan,
- minta pelanggan menghubungi CS untuk penyelesaian,
- gunakan review tersebut sebagai bahan evaluasi.
8. Harga Tidak Kompetitif dan Tidak Mengikuti Tren Pasar
Harga yang tidak kompetitif membuat produk sulit bersaing meski sudah teroptimasi dengan baik. Selain itu, banyak seller yang tidak mengikuti tren flash sale, kampanye bulanan, atau program gratis ongkir.
Solusinya:
- pantau harga kompetitor secara berkala,
- siapkan strategi harga khusus untuk campaign besar,
- gunakan fitur diskon toko atau bundling.
9. Tidak Mengoptimalkan Produk yang Sudah Tampil Bagus
Banyak seller hanya fokus upload produk baru, padahal produk lama yang sudah memiliki review dan trafik dapat ditingkatkan lebih jauh.
Optimasi yang bisa dilakukan:
- update foto,
- refresh judul & keyword,
- tambahkan varian baru,
- tingkatkan promosi di produk yang sudah perform.
10. Tidak Memperhatikan Performa Analitik Marketplace
Marketplace menyediakan dashboard analitik seperti:
- kunjungan produk,
- konversi,
- keyword pencarian,
- dan produk kompetitor yang naik.
Namun banyak seller mengabaikannya.
Padahal dengan data tersebut, seller bisa mengambil keputusan berbasis insight, bukan tebakan.
Kesimpulan
Mengoptimasi toko online di marketplace bukan sekadar upload produk sebanyak-banyaknya. Ini adalah proses strategis yang mencakup penyusunan judul, foto produk, harga, kata kunci, hingga layanan pelanggan. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan umum di atas, seller dapat meningkatkan visibilitas toko, memperbaiki konversi, dan memenangkan persaingan.
Ingin Toko Marketplace Anda Naik Level?
Tim ahli DGRA siap membantu optimasi marketplace untuk meningkatkan penjualan Anda.
👉 Hubungi kami di: https://dgra.net
